Wanita Madu Dunia
Artikel ini hanya menulis ulang isi dari buku karya Abu Al-Ghifari, semoga bermanfaat....
"dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah". (HR.Muslim dan Nasa'i)
Haekatnya wanita diciptakan sebagai pemanis hidup. Mereka adalah teman sejati laki-laki. Tanpa kehadiran seorang wanita mana mungkin dunia akan seramai sekarang. Wanitalah yang melahirkan para Mujahid, Ulama, Ilmuwan, Politisi dan Ekonom Kawakan. Wanita diciptakan sebagai madu bukan racun dunia.
Allah SWT. berfirman yang artinya;
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaannya menjadikan kalian berpasang-pasangan. (istri-istri) dari jenismu sendiri supaya kamu cendrung dan merasa tentram sebab keberadaannya dan dijadikan di anataramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi aum yang berfikir". (QS.Ar-Ruum:21)
Ayat ini memberikan gambaran yang sangat indah bahwa wanita sebagai pasangan yang bisa menentramkan laki-laki dan penyebab adanya rasa cinta dan kasih sayang. Ayat ini seolah-olah menggambarkan bahwa hanya sosok wanitalah yang menyebabkan laki-laki bisa hidup layaknya laki-laki (keduanya adalah satu kesatuan). itulah fitrah.
Pertanyaannya, wanita yang bagaimana Madu dunia itu?? yang jelas wanita yang tidak keluar fitrahnya. Wanita yang menjadikan auratnya hanya untuk seorang laki-laki (suaminya) dan ia hanya mau mengumbar nafsu seksnya hanya dengan suaminya. Wanita yang tidak mendagangkan auratnya kepada semua laki-laki. Wanita yang tidak mau dirinya dieksploitasi untuk kepentingan bisnis baik atas nama iklan, cover girl, sinetron, film, video klip, peragaan busana, maupun kontes retu kecantikan. Alhasil, wanita madu dunia adalah wanita yang menjaga kehormatan auratnya, ia merasa rugi jika auratnya ada yang melihat selain suaminya.
"seorang suami pemimpin di keluarganya dan iapun akan ditanyai tentang kepemimpinannya, seorang istri sebagai pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannyWanita madu dunia adalah wanita shalihah yang senantiasa taat dan patuh pada suaminya dan tekun mendidik putra-putrinya. Wanita yang mampu menjadikan rumahnya sebagai surga bagi anggota keluarganya (suami dan anak-anaknya). Rumah baginya tak ubahnya lahan jihad yang menghantarkannya sebagai syuhada. sebagaimana disinyalir oleh Rasulullahg bahwa wanita yang mengurus rumahnya dengan benar sehingga suami dan anak-anaknya terpelihara, sama nilai dengan orang yang jihad di medan perang.
"Barang siapa yang melaukan amal shalih baik dari golongan laki-laki atau perempuan sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya sedikitpun". (QS.An-Nisa':124).
Wanita madu dunia tak ubahnya seperti lebah yang selalu memandang (menggunakan mata), mencium/berkata (menggunakan mulut), dan mendengar (menggunakan telinga) untuk yang baik-baik. ia tidak suka hinggap di tempat-tempat sampah atau tempat kotor lainnya. Ia juga memilih makanan yang halal lagi baik. Artinya, wanita madu dunia tidak akan diam di tempat maksiat. Ia tidak suka gosip murahan yang dipropagandakan oleh berbagai media. Ia juga tidak suka ngerumpi atau ngobrol yang tidak bermanfaat atau iut campur dalam urusan diluar dari fitrahnya sebagai wanita.
Ketika hinggap disuatu dahan, lebah selalu membawa manfaat dan tidak menyebabkan dahan itu patah atau rusak. Seperti itulah wanita madu dunia, ketika berada di suatu komunitas/pemukiman, akan senantiasa berbuat baik, tidak menyebabkan tetangganya merasa terganggu atau sakit hati. Bahkan justru sebaliknya, ia senantiasa dirindukan keberadaannya karena selalu mendatangkan manfaat.
Wanita madu dunia adalah wanita yang akan berubah menjadi bidadari di surga nanti. Andakah wanita madu dunia itu??
Wallahu'alam bishawab....
Artikel ini hanya menulis ulang isi dari buku karya Abu Al-Ghifari, semoga bermanfaat....
"dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah". (HR.Muslim dan Nasa'i)
Haekatnya wanita diciptakan sebagai pemanis hidup. Mereka adalah teman sejati laki-laki. Tanpa kehadiran seorang wanita mana mungkin dunia akan seramai sekarang. Wanitalah yang melahirkan para Mujahid, Ulama, Ilmuwan, Politisi dan Ekonom Kawakan. Wanita diciptakan sebagai madu bukan racun dunia.
Allah SWT. berfirman yang artinya;
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaannya menjadikan kalian berpasang-pasangan. (istri-istri) dari jenismu sendiri supaya kamu cendrung dan merasa tentram sebab keberadaannya dan dijadikan di anataramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi aum yang berfikir". (QS.Ar-Ruum:21)
Ayat ini memberikan gambaran yang sangat indah bahwa wanita sebagai pasangan yang bisa menentramkan laki-laki dan penyebab adanya rasa cinta dan kasih sayang. Ayat ini seolah-olah menggambarkan bahwa hanya sosok wanitalah yang menyebabkan laki-laki bisa hidup layaknya laki-laki (keduanya adalah satu kesatuan). itulah fitrah.
Pertanyaannya, wanita yang bagaimana Madu dunia itu?? yang jelas wanita yang tidak keluar fitrahnya. Wanita yang menjadikan auratnya hanya untuk seorang laki-laki (suaminya) dan ia hanya mau mengumbar nafsu seksnya hanya dengan suaminya. Wanita yang tidak mendagangkan auratnya kepada semua laki-laki. Wanita yang tidak mau dirinya dieksploitasi untuk kepentingan bisnis baik atas nama iklan, cover girl, sinetron, film, video klip, peragaan busana, maupun kontes retu kecantikan. Alhasil, wanita madu dunia adalah wanita yang menjaga kehormatan auratnya, ia merasa rugi jika auratnya ada yang melihat selain suaminya.
"seorang suami pemimpin di keluarganya dan iapun akan ditanyai tentang kepemimpinannya, seorang istri sebagai pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannyWanita madu dunia adalah wanita shalihah yang senantiasa taat dan patuh pada suaminya dan tekun mendidik putra-putrinya. Wanita yang mampu menjadikan rumahnya sebagai surga bagi anggota keluarganya (suami dan anak-anaknya). Rumah baginya tak ubahnya lahan jihad yang menghantarkannya sebagai syuhada. sebagaimana disinyalir oleh Rasulullahg bahwa wanita yang mengurus rumahnya dengan benar sehingga suami dan anak-anaknya terpelihara, sama nilai dengan orang yang jihad di medan perang.
"Barang siapa yang melaukan amal shalih baik dari golongan laki-laki atau perempuan sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya sedikitpun". (QS.An-Nisa':124).
Wanita madu dunia tak ubahnya seperti lebah yang selalu memandang (menggunakan mata), mencium/berkata (menggunakan mulut), dan mendengar (menggunakan telinga) untuk yang baik-baik. ia tidak suka hinggap di tempat-tempat sampah atau tempat kotor lainnya. Ia juga memilih makanan yang halal lagi baik. Artinya, wanita madu dunia tidak akan diam di tempat maksiat. Ia tidak suka gosip murahan yang dipropagandakan oleh berbagai media. Ia juga tidak suka ngerumpi atau ngobrol yang tidak bermanfaat atau iut campur dalam urusan diluar dari fitrahnya sebagai wanita.
Ketika hinggap disuatu dahan, lebah selalu membawa manfaat dan tidak menyebabkan dahan itu patah atau rusak. Seperti itulah wanita madu dunia, ketika berada di suatu komunitas/pemukiman, akan senantiasa berbuat baik, tidak menyebabkan tetangganya merasa terganggu atau sakit hati. Bahkan justru sebaliknya, ia senantiasa dirindukan keberadaannya karena selalu mendatangkan manfaat.
Wanita madu dunia adalah wanita yang akan berubah menjadi bidadari di surga nanti. Andakah wanita madu dunia itu??
Wallahu'alam bishawab....






Tidak ada komentar:
Posting Komentar